Mengenai Saya
Download Harvest Moon: Back To Nature Bahasa Indonesia Untuk PC Gratis
- kali ini saya akan share game yang sangat fenomemal pada awal kemunculannya, pasti sobat sudah bisa menebaknya kan
?, yap bertul banget.. Harvest Moon - Back to Nature - Bahasa Indonesia For PC ini adalah game yang sangat pupuler di masanya saya sendiri suka memainkan game ini, karna selain fitur-fiturnya sangat banyak grafisnya jga lumayan bagus di banding game lain di masanya.
Screenshoot :
Download :
Cara Install :
1.Extract file yang sudah di Download
2.Jalankan ePSXe Emulator ( Jika Belum Punya Download Disini )
3.Pada ePSXe nya Klik menu File => Run Iso
4.Cari File ISo Game Harvest Moon itu berada lalu open.
5.Enjoy
Selamat Bermain ...
Download Harvest Moon Back To Nature Bahasa Indonesia Android Gratis

Download Harvest Moon Back to Nature untuk Android. Kali ini saya bakalan Share Ilmu buat anda yang ada disana tentang cara Bermain Harvest Monn Back to Nature di Android yang anda harus Dipersiapkan yaitu Bahan-Bahan nya.
1.
Pertama-tama sobat harus punya Fpse For android atau Psx Emulator nya
android kalian bisa download Fpse+ Bios nya download di sini:
2. Dan yg Paling penting kalian harus punya game Harvest Moon Back To Nature ISO, Bisa Didownload disini :
Note : Jangan lupa untuk di Compress terlebih Dahulu, Saya Sarankan Compress nya di PC
3. Download BIOS nya disini :
Cara Penginstallan
- Extract file Harvest Moon Back to Nature bahasa indonesia.rar menggunakan Komputer atau Bisa dengan Androidzip Khusus Untuk Langsung Lewat Hp ( Tersedia di Playstore )
- Buat folder baru dan pindahkan hasil ekstrak tadi ke Memori Android Kalian, Pindahkan juga Bios Ps1 (Scph1001) ke folder yg kamu buat tadi dan Ulangi cara yang tadi
- Buka Emulatornya (FPse) di Android dan Jangan Lupa Nyalakan koneksi, pertama di buka klik 'OK' otomatis akan mendownload 2 File dan Filenya kecil tidak akan menghabiskan Kuota Internet kalian
- Pilih bahasa ENGLISH , akan ada Pop Up Pemberitahuan, klik YES
- lalu akan ada 'INSTRUCTION' DAN klik ok. pilih 'ADVANCED'
- klik 'LOAD BIOS' cari dimna anda meletakan Scph1001 di Memori android kalian, kalo sudah ketemu klik. Maka 'LOAD BIOS' akan berubah menjadi 'BOOT BIOS'
- lalu klik 'LOAD GAME' cari dmna anda meletakan hasil ekstrak file Harvest Moon Back to Nature, klo sdah ketemu klik file nya Harvest Moon Back to Nature.iso
- Happy Gaming!! Sekarang kalian sudah bisa bermain Harvest Moon Back to Nature bahasa indonesia di android kalian.
Download Film Spongebob Squarepants The Movie : Sponge Out of Water 2015+Subtitle Indonesia
-
[INFO]
- Info: http://www.imdb.com/title/tt2279373/
- Release Date: 6 February 2015 (USA)
- Genre: Animation | Adventure | Comedy
- Stars: Tom Kenny, Antonio Banderas, Bill Fagerbakke
- Quality: HDCAM
- Source: HDCAM x264-Pimp4003
- Subtitle: Indonesia, English
Film Fitur kedua yang menampilkan SpongeBob SquarePants dan teman-temannya di kota bawah laut Bikini Bottom. Pemeran utama Tom Kenny, Bill Fagerbakke, Rodger Bumpass, Clancy Brown, dan Carolyn Lawrence, ditetapkan untuk peran mereka. SpongeBob SquarePants tinggal di bawah laut invertebrata terfavorit di dunia, mereka datang ke darat untuk melakukan petualangan yang paling super-heroik .
ScreenShot :
:DOWNLOAD DI BAWAH INI
DOWNLOAD GAME GTA SAN ANDREAS PC GRATIS
Grand Theft Auto San Andreas atau biasa disingkat dengan nama GTA San Andreas
merupakan permainan yang sangat bagus mempunyai grafis yang oke ini
merupakan permainan Playstation 2 diterbitkan oleh Rockstar Games,
biasanya permainan ini di indonesia
paling dicari hampir di tempat penyewaan atau Rental Playstation
menjadi pilihan untuk dimainkan, bagi anda yang mempunyai komputer atau
laptop mendingan mempunyai game ini secara pribadi bisa anda mainkan
kapan saja sesuka anda tanpa harus pergi ke rental playstation dan
membayar, bagi anda yang belum tau dengan permainan ini bisa dikatakan
anda bukan penggemar game
Game GTA San Andreas adalah permainan 3D ketiga dalam seri Grand Theft Auto,
game ini diatur dalam keadaan semi- fiksi San Andreas berdasarkan
California dan Nevada dan tiga kota metropolitan Los Santos, San Fierro
dan Las Venturas. Set pada tahun 1992. Game ini menerima pujian kritis
luas dan dijual dengan baik pada semua platform yang dirilis . Menurut review aggregator Metacritic situs
, permainan adalah rilis kelima rating tertinggi untuk PlayStation 2 .
Dengan lebih dari 17.330.000 salinan permainan dijual untuk PlayStation 2
, yang terbaik - menjual permainan konsol . Seperti tahun 2011 game
tersebut telah terjual 27,5 juta kopi di seluruh dunia
San Andreas sangat kontroversial untuk konten kekerasan
dan seksualnya permainan berkisar pada anggota geng Carl atau CJ Johnson
kembali pulang ke Los Santos setelah mengetahui pembunuhan ibunya CJ
menemukan teman-teman lama dan keluarganya berantakan dan selama
pertandingan ia mencoba untuk membangun kembali geng lamanya Keluarga
Grove Street, bentrokan dengan polisi korup dan secara bertahap
membongkar kebenaran di balik pembunuhan ibunya . Plot ini didasarkan
pada beberapa peristiwa kehidupan nyata di Los Angeles termasuk
persaingan antara Bloods dan Crips geng jalanan.
Game ini disusun mirip dengan dua pertandingan sebelumnya Inti gameplay
terdiri dari unsur-unsur dari third-person shooter dan permainan
mengemudi memberi pemain besar lingkungan dunia yang terbuka di mana
untuk bergerak di sekitar. Pemain dapat mengambil bagian dalam berbagai
misi sampingan opsional yang dapat meningkatkan atribut karakter mereka
atau memberikan sumber pendapatan lain. Misi sisi tradisional dari
pertandingan terakhir yang disertakan, seperti mengantar penumpang
taksi, memadamkan api, membuat orang-orang yang terluka ke rumah sakit
dan memerangi kejahatan.
Pemain dapat mengendarai berbagai kendaraan, termasuk mobil, bus,
semifinal, kapal, pesawat sayap tetap, helikopter, kereta api, tank,
sepeda motor dan sepeda. Pemain juga dapat mengimpor kendaraan daripada
mencuri mereka. Dengan berjalan kaki, karakter pemain mampu berjalan,
makan, berjalan, berlari, berenang, mendaki.
Link Download : Game Grand Theft Auto San Andreas - Download Gratis
SEJARAH TEGALLALANG ABAD KE-9
SEJARAH TEGALLALANG ABAD KE-9
Om Awighnam Astu Namo Siddhyam, Pangaksamaning hulun ri pada paduka Bhatara Hyang Mami, sang ginlaring sarining Ongkara mantram, hreddhaya sunia layam, sidha yogi swaranam, sira sang anugraha ri awak purwanira, sang huwus lepas, lupute ring tulah pamidhi, mwang sawigraha ning mala papa petaka, tan ketaman hulun upadrawa de Bhatara Hyang Mami, wastu paripurna anewaken hayu, dirghayusha katekeng sakula gotra Santana, namastu jagaddhitaya, Om Saraswati Nama Stubhyam //o// Nihan pwa wuwusen maka purwakaning Usana ri unikala, hana sang resi apanelah Sang Hyang Meru, sira ta pinet swari istri listuwayu paripurna…
Om. Semoga tidak ada halangan atas anugrah mu ya Tuhan, Sembah bhakti hamba ke hadapan Ida Bhatara yang menjadi Tuhan hamba, yang disucikan dalam aksara suci Ongkara Mantram, bersifat kekal, yang menyucikan alam semesta ini, terwujud sebagai Yoghiswara, beliau menganugrahkan tentang keberadaan leluhur kami yang telah mencapai alam kelepasan atau sunia, hindarilah kami dari kutukan serta terhindar dari papa neraka, terhindar dari sodsod upadrawa oleh Tuhan hamba, semoga selalu mencapai kesempurnaan serta keselamatan, panjang umur termasuk sanak keturunan hamba, semoga selalu jaya di dunia, Om Saraswati Nama Stubhyam //o// terkisah diawal purana ini dijaman dahulu, ada seorang resi bernama Sang Hyang Meru, beliau mempersunting seorang istri berparas sangat cantik.
Tidak terkisahakan beliau memadu kasih, setelah sekian lama terlahirlah dua orang putra, putra yang pertama diberi nama Sang Ayati, sedangkan adiknya bernama Sang Niyata, keduanya berparas tampan, menguasai ilmu pengetahuan, kaya akan ilmu pengetahuan utama. Dikisahkan sekarang Sang Ayati melahirkan seorang putra bernama Sang Prana, demikian Sang Niyata juga menurunkan seorang putra bernama Sang Markandha. Selanjutnya dikisahkan beliau Sang Markandha setelah cukup umur mempersunting seorang istri utama berparas cantik bernama Sang Manaswini. Terkisahkan sekarang setelah sekian lama hidup ber rumah tangga beliau melahirkan seorang putra bernama Hyang Maha Resi Markhandya.
Om Pralinggam Urddham Siwadwaram, berwujud aksara suci Ongkara pada alam yang tidak terbayangkan. YaTuhan ku sebagai awal mula sambah hamba terutama pada leluhur, sebagai anak keturunan, karena beliau yang menurunkan wangsa hamba, siapa yang diagungkan disana yaitu dipulau Jawa, mengemban misi beliau, beliau lah leluhur kami dijaman dahulu. Oh Tuhan semoga kami sekalian tidak terkena kutukan, tat kala menguraikan kata-kata semoga sempurna dan panjang umur termasuk sanak keturunan hamba, agar selalu dilimpahkan makanan yang berlimpah, demikian permohonan hamba berakhir.
Sekarang setelah sekian lama setelah beliau Maha Resi Markandhya perjaka, beliau mempersunting istri bernama Dewi Dumara. Setelah sekian lama memaduk cinta menurunkan seorang putra laki - laki diberi nama Hyang Resi Dewa Sirah. Dalam kurun waktu belakangan beliau beliau Hyang Resi Dewa Sirah mempersunting seorang istri bernama Dewi Wipari, inilah yang banyak menurunkan keturunan. Dikisahkan selanjutnya tersebutlah Sang Ila namanya putra dari Sang Trenawindhu, beliau merupakan murid dari Sang Hyang Maha Resi Agastya, yang tinggal dipulau Jawa, selanjutnya menurunkan Sang Sapta Resi sampai sekarang. Sang Aridewa dan Sang Anaka melakukan yoga pada pegunungan Dieng Jawa Tengah dan beliau Maha Resi Markandhya bertapa digunung Damalung di pulau Jawa. Ada bisama beliau Maha Resi Agastya, seperti yang tersebut dalam prasasti Dinaya, kata beliau : Ra Adnya Agastya(Aku Agastya), tepat pada tahun saka 682 sasih kalima, beliau Maha Resi Agastya mengeluarkan bhisama (tahun saka 682 masehi = 760 masehi, kalima = sekitar bulan Oktober sampai November) tat kala itu beliau menyebarkan paham Tri Murti Paksa di tanah Nusantara. Tri Murti Paksa itu tiada lain adalah penyatuan paham Siwa Paksa, Brahma Paksa dan Waisnawa Paksa (Wisnu) paham itulah yang terutama dikembangkan ditanah Jawa dan pulai Bali. Setelah sekian lama beliau Sang Hyang Resi Agastya bergelar Sri Bhatara guru. Demikian banyaknya para yogi dijaman dahulu di pulai Jawa, menyebar ke desa- desa di Bumi Indonesia (Nusantara) termasuk ke pulau Bali dan ada juga tetap tinggal di pulau Jawa.
Setelah sekian lama waktu berlalu yaitu tepatnya pada tahun saka 769 / 847 masehi Bhujangga Guru ditanah Jawa diperintahkan oleh penguasa Jawa mengadakan upacara Upasaksi Pemahayu Jagat (kesejahteraan Bumi) dengan upacara Pecaruan, perintah tuan ku raja ini terutama diperuntukan kepada Hyang Guru Gowar (Govar) sebagai pemimpin upacara.
Kembali dikisahkan Hyang Maha Resi Markandhya beryoga di gunung Damalung yaitu pada wilayah gunung Hyang di Jawa, setelah itu beliau melanjutkan perjalanan ke arah timur dengan tujuan melakukan prosesi Tirta Yatra tibalah beliau di gunung Raung di Jawa Timur. Entah berapa tahun lamanya beliau tinggal disana diputuskan melanjutkan perjalanan ke arah timur menuju pulau Bali sebelah timur dari pulau Jawa, di iringi oleh para murid beliau berjumlah 800 orang bertujuan untuk menyebarluaskan paham Tri Murti Paksa seperti Waisnawapaksa.
Tidak dikisahkan dalam perjalanan akhirnya beliau tiba di gunung Tohlangkir, disana Beliau Maha Resi Markandhya bersama para pengiring/murid beliau, merabas hutan pegunungan, namun usaha beliau menemui kegagalan, lantaran para pengikut beliau banyak menninggal dunia terserang wabah penyakit. Melihat situasi yang demikian itu, beliau Maha Resi Markandhya kembali menuju pegunnungan Raung pada tempat beliau sebelumnya beryoga. Setibanya beliau Maha Resi Markandhya di gunung Raung segera melakukan tapa brata yoga semadi guna memohon keselamatan dirinya dan para murid beliau yang telang berada di pulau Bali. Setelah beliau mendapat anugrah dari Hyang Widhi Wasa, beliau bergegas meninggalkan gunung Raung menuju gunung Tohlangkir/Agung, diiringi oleh murid beliau yang berjumlah 400 orang. Tidak terkisahkan dalam perjalanan, segera beliau tiba diwilayah gunung Tohlangkir, disana beliau dijunjung serta dihormati oleh murid beliau yang terdahulu yang telah mempunyai tempat tinggal di wilayah itu . Sebagian murid beliau meninggal karena terserang wabah penyakit. Maka beliau Maha Resi Markandhya dia menanam Panca Datu ( lima jenis logam yaitu emas, perak, tembaga, besi dan perungggu ) sebagai saran penolak bala terhadap bencana yang menimpa pengikutnya dahulu yaitu di sekitar gunung Agung, beliau Maha Resi Markandhya bersama para pengikutnya membuat tempat pemukiman dan Kahyangan sebagai tempat pemujaan.
Entah berapa tahun lamanya beliau disana, akhir
beliau melanjutkan perjalanan kea rah barat, setelah tiba di suatu wilayah yang
sangat luas, di lanjutkan dengan merabas hutan pada wilayah pinggiran gunung,
setelah pekerjaan itu rampung, selanjutnya wilayah itu di namai Puwakan.
Puwakan yang artinya di rabas pada wilayah Tegallalang. Setelah sekian lama
waktunya, setelah selesai merabas hutan akhirnya wilayah itu di namai Sarwadha.
Apa sebab di namai demikian? Karena segala keinginan beliau Maha Resi
Markandhya dapat terwujud pada wilayah itu. Namun perkembangan selanjutnya
Sarwadha lebih dikenal dengan sebutan desa Taro. Sebab di namai Taro karena
lantaran dari pikiran atau kayun Maha Resi Markandhya, dengan Adnyana =
pikiran/kahyun = Wreka = kayu = Tahen = Taro. Selanjutnya beliau Maha Resi
Markandhya membangun Kahyangan sebagai pengingat ( penyawangan ) Pura Gunung
Raung di Jawa, kahyangan itu ditempatkan/ dibangun di desa Taro, lantaran
demikian Pura yang di bangun di desa Taro dinamai Pura Gunung Raung sebagai
Pura penyungsungan Jagat. Setelah berlalu sekian tahun beliau Maha Resi
Markandhya tinggal di desa Taro membangun kahyangan Widhi Kahyangan itu di
fungsikan untuk memohon penglukatan ( pembersihan ) masyarakat semua, Kahyangan
itu diberi nama Pura Puncak Payogan, lokasi di Campuhan juga di sebut Pura
Gunung Lebah nama lainya.
Beliau Maha Resi Markandhya di sertai para pengiring dan muridnya dari golongan Waisnawa. Selanjutnya beliau Maha Resi Markandhya pergi menuju arah barat dari tempat beliau melakukan tapa yoga. Setibanya disana lalu beliau membangun Pura dan di beri nama Pura Murwa dan wilayah tempat di bangunya wilayah itu di namai Pa-Hyangan ( sekarang desa Payangan ), di namai demikian lantaran pada wilayah itu merupakan tempatnya Hyang, beliau mengajarkan agama Kahindon ( agama Surya Kancana ) di pulau Bali. Pada tahun saka 915 atau 993 masehi tat kala berkuasa Shri Maha Raja Gunapriya Dharmapatni Udayana Warmadewa.
Dhyah Kuting dinobatkan sebagai Senapati Kuturan di Bali yang ditugasi untuk memelihara alam raya, selanjutnya pada tahun saka 929 atau 1007 masehi beliau Mpu Kuturan di Bali memberikan wejangan kepada sekalian murid-muridnya, "Hai kalian para muridku semua janganlah engkau lupa karena aku ingin membangu Kahyangan sebagai tempat saudaramu, jika kalian lupa akan hal ini, kalian tidak akan mendapat anugrah dari Tuhan yang Maha Esa, sebagai akibatnya kehidupan mu akan melarat, karenaTuhan sesungguhnya asal muasal manusia, wajib kalian mengetahuinya." Demikian sabda beliau.
Selanjutnya dikisahkan penguasa Bali yaitu Shri Gunaprya Dharmapatni bersama dengan suaminya Shri Dharma Udayana Warmadewa, entah berapa lama raja suami istri berumah tangga, maka beliau melahirkan empat putra antara lain : yang paling tua bernama Shri Airlangya, adiknya Shri Marakata, anaknya yang ketiga bernama Shri Adnyadewi, dan yang paling bungsu bergelar anak Wungsu yang begitu lahir, ibunya meninggal dunia menuju alam Siwa Loka, Keraton Bali menjadi geger, termasuk di desa-desa di Bali sangat terkejut mendengar berita tentang kemangkatan ratu Bali Shri Gunaprya Dharmapatni, masyarakat berbela sungkawa lantaran ditinggal oleh ratunya, berita kemangkatan beliau sang ratu sampai terdengar kepulau Jawa, sehingga dengan demikian beliau Mpu Bharadah sebagai Bhagawanta Shri Airlangya dengan gelar Shri Dharmawangsa Wardhana Marakata Pangkaja Sthana Utunggadewa, mengutus Mpu Bahula putra dari Mpu Bharadah untuk datang ke Bali, untuk turut menyamapaikan ucapan bela sungkawa atas wafatnya sang ratu ibu beliau tahun saka 929 atau 1007 masehi, demikian seperti yang telah tersurat dalam prasasti. Karena dengan demikian maka beliau Sang Panca Tirtha juga turut datang ke Bali yaitu Mpu Genijaya, Mpu Semeru, Mpu Gana, Mpu Kuturan dan Mpu Bhradah bersama anaknya Mpu Bahula.
Terkisahkan beliau Sang Panca Tirtha tiba di Bali, khususnya Mpu Bahula yang terutama, setibanya di Bali langsung menghadap Maha Resi Markandhya. Dalam penghadapan itu Maha Resi Markandhya bersabda "Wahai engkau anakku Bahula, aku harapkan engkau segera untuk beryoga dan pada tempat itu nantinya engkau bersama pengikutmu membangun pura namailah Pura Bolo. Bolo juga berarti Bhatara Siwa. Bo artinya Pertiwi, Ula artinya Tumbuh dari tanah." Karena Pura ini dibangun Mpu Bahula, maka Kahyangan ini lebih dikenal dengan Pura Bahula oleh khalayak umum tepatnya pada tahun 930 atau 1008 masehi. Fungsi pura ini merupakan untuk memohon anugerah dalam bidang pertanian. Pura ini merupakan stana SangHyang Bolo/Siwa, Hyang Uma Dewi dan Bhatara Ghanapatya, demikian sampai akhir jaman, jangan sampai tidak menghaturkan sembah bhakti kehadapan Sanghyang Siwa, jika terlanggar akan menyebabkan kemelaraan penyungsung atau wilayah desa tersebut.
Terkisahkan sekarang beliau, setelah Kahyangan itu
selesai dibangun, lalu beliau Maha Resi Markandhya, Mpu Gana dan Mpu Bahula
yang diiringi oleh para pengiringnya semua menuju arah barat daya tak
terkisahkan dalam perjalanan tibalah rombongan tersebut dalam suatu wilayah
yang banyak ditumbuhi pohon keliki, segera beliau bertapa, dalam yoganya itu,
beliau melihat pulau Bali tersembur pancaran sinar hitam karena demikian
tanda-tanda yang terpancar dalam yoganya maka segera beliau memerintahakan
pengikutnya untuk membangun sebuah pura setelah kahyangan itu selesai dibangun,
dinamai Pura Cemeng, sedangkan desa tempat pura itu dibangun dinamai Subali.
Demikian Upakyana Purana Pura Bolo yang ada samapai sekarang di Dusun Gelagah
Putih hingga sekarang.
Kesimpulan :
1. Bahwa
Jagat Tegallalang telah ada pada abad ke 9.
2. Dengan adanya bukti peninggalan sebuah
Pahryangan yaitu Pura Bolo yang ada di banjar Gelagah Putih yang sekarang
dinamai banjar Gagah, Tegallalang, Gianyar-Bali





